Skip to main content

Kisah Pemuda Nelayan dan Peri Cantik

Suatu malam ketika bulan purnama bersinar cerah, seorang pemuda nelayan pergi ke sungai brantas hendak mencari ikan. namun sesampai di tepi sungai si nelayan tidak langsung menebar jala, melainkan duduk termenung sambil memandangi indahnya rembulan. rupanya dia sedang bersedih.

Beberapa saat kemudian turunlah dari langit seorang peri yang cantik jelita dan berdiri diatas air di depan si nelayan. sang peri menebarkan bau harum semerbak bunga mawar serta melempar senyum yang mempesona kepada nelayan. rupanya sang peri tahu si nelayan tampan sedang bersedih.

Lantas sang peri menegur,

"wahai pemuda jujur, janganlah engkau bersedih,
sesungguhnya semua itu hanyalah cobaan yang akan menjadi nikmat jika engkau bersyukur".

Kemudian sang peri terbang lagi ke angkasa dengan melempar senyuman yang mempesona seraya melambaikan tangannya yang lembut. si nelayan langsung berdiri tersentak seraya menyahut,

"wahai peri cantik yang baik hati,
kehadiranmu sangat menyejukkan hati,
suaramu merdu menembus kalbu,
senyummu seindah bulan purnama,
kepak sayapmu memecah kesunyian, 
engkaulah sang juwita malam penerang kegelapan"

Lantas si nelayan tampan meneruskan pekerjaannya mencari ikan. alhasil, pagi harinya dia mendapat hasil tangkapan ikan yang sangat banyak dan lebih dari biasanya. lantas dijualnya ke pasar, uangnya buat biaya hidup bersama keluarganya dan sebagian disumbangkan kepada fakir miskin.

Comments

Recent Posts

Show more